Alat Pembasmi kanker Otak Karya Anak Bangsa

            Gambar

Kanker otak (Meningioma) adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan adanya sel-sel abnormal (tumor otak) yang tumbuh dalam kerangka otak. Kanker otak merupakan penyakit yang berbahaya, karena dapat mengancam nyawa.

            Sekelompok ilmuwan CTech Laboratory, sebuah lembaga riset yang berafiliasi dengan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), yang dipimpin Dr Warsito P Taruno, melakukan sebuah terobosan dalam dunia kedokteran dengan berhasil,  menemukan alat pembasmi kanker otak. Ini merupakan pengembangan alat dari riset di bidang tomografi, dan mereka berhasil mendesain alat pembasmi kanker otak yang berbentu seperti helm atau topi .

            Teknologi yang digunakan bernama Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) dengan metode listrik statis .Alat ini berfungsi mengalirkan listrik statis sebesar 3 Volt ke dalam lempengan logam di dalam  topi antikanker. Aliran listrik itu berkhasiat mematikan benang-benang yang terbentuk saat pemisahan inti sel kanker yang sedang berkembang biak. Dengan menekan perkembangbiakan sel kanker maka lama kelamaan seluruh sel akan mati dan pasien terbebas dari kanker.

            Dr Warsito P Taruno mengatakan, metode radiasi listrik statis berbasis tomografi ini dengan dibantu oleh ahli radiologi dan onkologi dari sebuah rumah sakit besar di Jakarta , sepenuhnya hasil karya anak bangsa yang bakal menjadi terobosan dalam dunia kedokteran. Selain akan merevolusi pengobatan kanker secara medis, kata dia, juga akan meminimalisasi biaya yang harus dikeluarkan pasien atau keluarganya.

            Alat ini diuji cobakan kepada penderita kanker otak, Willy Saputra Willy Saputra salah satunya. keadaanya  sudah sangat memprihatinkan, bahkan ia sudah mengalami kelumpuhan. Ia menderita kanker otak setahun yang lalu, ia sempat mengalami kelumpuhan selama 3 bulan. Kini, setelah 4 bulan memakai ECCT, ia bisa beraktivitas normal. Dan dari hasil diagnosa dokter ia sudah dinyatakan sembuh total dari penyakit kanker otaknya.

Sejak ditemukan tahun 2010, ratusan pasien sudah sembuh total dari kanker. Anehnya, alat ini justru tidak bekerja begitu baik pada kanker yang masih terlalu kecil dan jinak.

Selain topi anti kanker , mereka menbuat dengan metode yang sama,  rompi anti kanker dan topi anti kanker harganya mulai Rp 3 juta hingga Rp 10 juta. Dan hasil penjualan alat-alat terapi ini akan digunakan untuk pengembangan riset kanker.(penulis: Chandra Aeniyah).

Sember : chandraaeniyah.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s