sepi dan hampa

tulisan ini hanya sekedar tulisan tidak berguna yang berisi ungkapan hati yang tak bisa saya ungkapkan lewat kata secara langsung.

Hampa dan sepi. Terkadang saya menanyakan apa arti kata tersebut? Mengapa hati saya hampa ? mengapa saya merasa sendiri ? saya merasa semua orang meninggalkan saya. Seseorang pernah berkata kepada saya bahwa segala jawaban atas pertanyaan (pertanyaan apapun) itu sudah ada di dalam hati kita. Saya percaya itu. Berulang kali saya bertanya kepad hati saya mengapa ? mengapa ? dan mengapa? Namun saya tak kunjung mendapat jawaban. Saya sadar itu semua karena saya tidak bisa menyelami hati saya , saya tidak tahu seberapa luas hati saya , saya tidak tahu kedalaman hati saya, saya tidak tahu di kedalaman berapa letak atas jawaban dari pertanyaan saya. Miris rasanya, jika saya menyadari kenyataan bahwa  ini hati saya, hati yang di anugrahkan oleh tuhan untuk saya tapi saya tidak mengenal hati saya sendiri, saya tidak tahu apa yang saya inginkan, saya tidak tau ingin jadi apa saya tidak tahu apa tujuan saya saya tidak tahu untuk siapa saya berjuang, saya tidak tahu bagaimana cara nya mengenali saya dan diri saya. Saya terkadang bertanya apakah saya benar-benar hidup ? karena saya merasa saya hanya hidup dalam kepura-puraan saya ingin terlihat bahagia bagaimana pun caranya padahal hati saya tidak. Saya capek hidup seperti ini, saya ingin mencurahkan hati saya kepada orang lain tapi saya tidak bisa jujur kepada mereka , sata terlalu takut untuk jujur , saya takut entah mengapa. Saya tidak tahu alasan mengapa saya takut. Tapi semakin lama semakin banyak yang saya pendam , rasanya semakin sesak dan sulit melepaskan rasa sesak itu. Ingin rasanya berbagi rasa sesak ini, tapi sekali lagi saya takut dan entah mengap. Pernah saya menanyakanya kepada hati saya , dan sebenarnya bukan hati saya tidak menjawab tetaapi lebih kepada saya tidak ingin menjawab pertanyaan saya sendiri, saya takut pada kenyataanya, saya takut dengan jawaban dari hati saya sendiri. Sungguh saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

Advertisements

One thought on “sepi dan hampa

  1. Hampa dan sepi, itulah yang dikeluhkan mayoritas manusia ketika ia merasa kesepian. Padahal aku yakin ada kebahagiaan dari sisi lain yang bisa kita dapatkan ketika ketika merasa kesepian. Tetapi kita lupa dengan kebahagiaan kecil itu.
    Damai dan menyenangkan, itulah yang dirasakan mayoritas manusia ketika ia merasa bahagia. Padahal aku yakin ada kesedihan dan kesepian di sisi lain yang terjadi pada diri kita. Tetapi kita lupa dengan kesepian kecil itu.
    Kenapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s